English Bahasa Indonesia

PERTIMBANGAN HAKIM DALAM PEMBERIAN DISPENSASI PERKAWINAN

PertimbangaDISPENSASI 3n Hakim dalam Pemberian Dispensasi Perkawinan merupakan sebuah tema yang diangkat dalam seminar yang diselenggarakan oleh Program Studi Ilmu Hukum pada  Jumat 16/6 di Gedung Mikael Lantai 4.

Seminar dengan tema Pertimbangan Hakim dalam Pemberian Dispensasi Perkawinan dimaksudkan untuk menyegarkan wawasan mahasiswa dalam menyikapi kemungkinan terjadinya perkawinan melalui proses dispensasi.

Emanuel Boputra (advokat dan dosen Program Studi Ilmu Hukum) mengangkat banyak alasan dan latar belakang yang melanggengkan praktek-praktek “perkawinan bermasalah” seperti ini atas nama kemasDISPENSASI 1lahatan moral dan agama. Disamping itu ada juga sebagian komunitas yang masih memposisikan anak perempuan yang harus menikah agar terbebas dari beban ekonomi orangtua dan beralih menjadi tanggungjawab suami, justifikasi normatif dari teks-teks agama yang kerapkali dijadikan referensi legalitas. Perbedaan pemahaman antara konsep fiqih klasik dan konteporer juga menjadi perdebatan yang sampai saat ini tetap menjadi polemik. Oleh karena itu perlu adanya kerjasama yang baik dan berkesinambungan antara pemerintah dengan lembaga agama/adat untuk  berikan pendidikan dan mengajarkan pemahaman yang benar, karena mereka hampir selalu dijadikan patron oleh masyarakat bahkan juga tentang tafsir kehidupan.

H Saefudin (seorang DISPENSASI 2Hakim Pengadilan Agama Kabupaten Semarang) mendukung pengakuan Wahbah al_Zuhaity, bahwa pernikahan adalah akad yang ditetapkan oleh syari agar seorang laki-laki dapat mengambil manfaat untuk melakukan istima dengan seorang wanita atau sebaliknya. Pada kasus pernikahan dini, para orangtua calon mempelai dapat mengajukan permohonan dispensasi perkawinan ke Pengadilan Agama. Upaya hukumnya bersifat kasasi, untuk selanjutnya Hakim mempertimbangkan aspek-aspek hukum agama, perlindungan ibu dan anak, kesamaan dalam kedudukan laki-laki dan perempuan.

Seminar ini selain dihadiri oleh mahasiswa dari Unika Soegijapranata, juga dihadiri oleh mahasiswa dari universitas lainnya.