English Bahasa Indonesia

PEMIMPIN PEREMPUAN MENUJU PERUBAHAN

Menanggapi visi dan misi Fakultas Hukum dan Komunikasi (FHK) yang salah satunya mengenai keberpihakan FHK terhadap perempuan dan disabilitas menjadi ide awal sehingga BEMFHK mengadakan seminar tentang perempuan dan disabilitas. Ide tersebut akhirnya menjadi kenyataan setelah pada tanggal 1 September 2018 BEMFHK mengadakan seminar tentang perempuan dan disabilitas bertajuk Pemimpin Perempuan Menuju Perubahan.

Tema ini dipilih untuk mengetahui hambatan dan juga usaha dalam menjalani maupun mengatasi Kepemimpinan Perempuan yang kerap kali dipandang sebelah mata. Seminar Perempuan dan Disabilitas ini dilaksanakan di gedung Thomas Aquinas Universitas Katolik Soegijapranata. Peserta yang hadir adalah Mahasiswa juga komunitas disabilitas di Semarang dengan jumlah keseluruhan peserta 250 orang. Seminar ini mengundang dua pembicara dengan dua latar belakang yang berbeda yaitu Widarti Gunawan (Editorial Director Femina) dan Fanny Evrita (Member Of Double D Blogger & Pengelola Thisable Beauty Product).

Dalam materinya, Widarti Gunawan berbagi cerita mengenai pengalamannya sebagai salah satu pendiri Majalah Femina yang sejak tahun 1972 hingga sekarang masih tetap ada dan berkembang. Widarti Gunawan menjadi salah satu contoh kepemimpinan perempuan yang nyata yang mampu memimpin sebuah majalah yang sudah puluhan tahun berdiri. Tentu hal ini bukan hal yang mudah diraih. Oleh sebab itu, beliau diundang menjadi salah satu pembicara.

Fanny Evrita adalah seorang disabilitas yang menderita kelainan pada kaki kirinya yang mana lebih besar dari kaki lainnya. Namun demikian, Fanny membuktikan bahwa hal tersebut bukan merupakan kekurangan yang kemudian membatasinya untuk berkarya dan menginspirasi banyak orang. Itulah yang kemudian Fanny bagikan kepada setiap orang dengan kalimat-kalimat motivatif dan positifnya bagi setiap peserta. Fanny sendiri mengapresiasi kegiatan yang diadakan oleh BEMFHK tersebut karena melalui seminar itu harapannya bisa saling cerita, berbagi pengalaman, serta saling memberi kekuatan satu sama lain.

Hadir dalam seminar tersebut, Komunitas Rumah Difabel Semarang yang juga mengapresiasi seminar itu. Harapannya kegiatan ini dapat berlanjut dengan menjalin kerja sama antarpihak sehingga dapat menjadi ajang saling menguatkan satu sama lain.

Seminar ini menjadi semakin istimewa karena dirancang dan dikerjakan oleh panitia yang kesemuanya perempuan. Dari sini Wakil Koordinator Seminar, Cyrenia Ine Kristi, menjelaskan bahwa ada maksud dari pemilihan panitia yang semuanya perempuan yaitu menunjukkan perempuan juga memiliki kekuatan yang tidak bisa dipandang sebelah mata.