English Bahasa Indonesia

SEMINAR OLAHRAGA UNTUK PENYEMBUHAN PENYAKIT DAN PELATIHAN PERESEPAN OLAHRAGA

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Departmen Fisiologi FKKMK UGM bekerja sama dengan Gadjahmada Medical Centre (GMC) 30 Maret 2019. Mengangkat tagline ‘Exercise is Medicine”, kegiatan ini diadakan untuk memberi informasi kepada para dokter dan petugas kesehatan lain untuk memahami konsep dasar olahraga. Di masyarakat, olahraga dikenal sebagai sesuatu yang berat dan melelahkan sehingga banyak orang enggan melakukannya. Pada beberapa kasus bahkan ada yang melakukan secara berlebihan dan menghasilkanfatique bukan kebugaran. Olahraga yang benar menuntut kedisiplinan dalam melakukannya, karena dibutuhkan intensitas yang teratur untuk mencapai kebugaran. Tubuh yang bugar dapat dilihat dengan daya tahan tubuh yang kuat dan tidak mudah lelah setelah seharian melakukan pekerjaan, serta masih mempu menangani kejadian darurat.

Olahraga mempunyai banyak manfaat untuk tubuh. Olahraga memicu sistem nervus simpatik sehingga membuat tubuh dalam keadaan optimal dan siaga, sehingga mempertajam konsentrasi. Untuk ke tulang dan otot, olahraga dapat meningkatkan elastisitas dan kepadatan tulang. Untuk sirkulasi ke otak, olahraga menghasilkan neurotropik yang dapat memicu proliferasi sel otak sehingga mencegah stress dan depresi serta menjaga kestabilan mood. Olahraga juga berperan dalam mencegah aging karena menghambat pemendekan telomer.

Olahraga juga merupakan obat dari segala penyakit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa olahraga dapat membantu pencegahan beberapa menyakit kardiovaskuler. Olahraga juga membantu mengurangi ketergantungan insulin pada penderita DM, dan mengurangi ketergantungan obat pada penderita dislipidemia. Tentu saja hal ini bukan sesuatu yang instan, karena dibutuhkan keteraturan dalam melakukannya, yaitu 150jam/minggu dan dilakukan selama minimal 4 minggu untuk mencapai hasil yang diinginkan. Olahraga yang dilakukan pun disesuaikan dengan kondisi tubuh sehingga tidak membuat beban dan kelelahan bagi yang melakukannya.

Peresepan olahraga dilakukan untuk membantu pasien dalam menjaga keteraturan melakukan olahaga. Selama ini, olahraga dalam terapi hanya dilakukan berupa edukasi dan anjuran tanpa diketahui bentuk olahraga seperti apa yang tepat untuk setiap individu. Dalam peresepan olahraga, diperlukan komponen untuk menentukan dosis olahraga, diantaranya frekuensi, intensitas, durasi, tipe, volume, dan progres. Untuk melakukannya pun perlu menilai kemampuan masing masing individu berrdasarkan anamnesis, tanda vital, dan kuisioner singkat mengenai aktivitas harian. Setelah didapat data, dilakukan penilaian kapasitas fungsional dan ditentukan olahraga yang sesuai dengan kapasitasnya, dan tentu saja dimonitor dan dievaluasi target pencapaiannya. Penilaian kapasitas fungsional ini dapat dilakukan dengan beberapa tes seperti Six Minute Walk test, Rockport Test, maupun Ergocycle test. Dalam seminar ini dilakukan workshop menggunakan Six minute Walk Test dan Ergocycle Test. Dasar penilaian tes Ergocycle adalah berapa tanda vital awal pasien, berapa lama pasien dapat bertahan dalam melakukan tes, dan berapa tanda vital pasien setelah melakukan tes. Tanda vital yang diukur adalah heart rate, tensi darah, dan EKG. Dasar penilaian dari tes Six Minute Walk Test adalah kemampuan tubuh dalam menempuh jarah dalam 6 menit. Kemampuan ini nantinya dikonversi dengan rumus dan menghasilkan satuan volume O2 max yang merupakan kemampuan tubuh untuk melakukan olahraga tertentu. Dengan adanya tes ini maka olahraga yang dianjurkanan tidak akan berlebihan dari jumlah kemampuan tubuh.

SEMINAR OLAHRAGA UNTUK PENYEMBUHAN PENYAKIT1SEMINAR OLAHRAGA UNTUK PENYEMBUHAN PENYAKIT2SEMINAR OLAHRAGA UNTUK PENYEMBUHAN PENYAKIT3SEMINAR OLAHRAGA UNTUK PENYEMBUHAN PENYAKIT4