English Bahasa Indonesia

DINAMIKA TANTANGAN KEAMANAN DI KAWASAN ASIA TENGGARA

KU 01

IMG_20190308_081052

IMG_20190308_081215

100_6807

IMG_20190308_081156

Jumat (8/3) Fakultas Hukum dan Komunikasi [FHK] mengundang Widya Rahmanto (Asisten Deputi Kerjasama ASEAN), dan Pribadi Sutiono (Asisten Deputi Kerjasama Asia Pasifik dan Afrika) pada Kuliah Umum yang dihadiri para dosen dan mahasiswa  Progran Studi Ilmu Hukum dan Progran Studi Ilmu Komunikasi. Acara tersebut juga merupakan salah satu kegiatan Pusat Kajian Asia Tenggara.

Kejahatan yang ada di Asia Tenggara antara lain: terorisme, peredaran NAPZA, penjualan manusia, cyber crime, pelanggaran batas-batas teritorial. Guna meminimalkan kejahatan tersebut negara-negara Indonesia, Singapura, Malaysia, Philipina, Thailand, Nyanmar sepakat bersatu pada suatu wadah ASEAN. Persatuan tersebut dimaksudkan untuk menjaga stabilitas negara anggota, mewujudkan kawasan netral, meningkatkan kerjasama di bidang sosial-ekonomi, menyelesaikan setiap permasalahan secara damai, menciptakan situasi kondisi yang kondusif.

Tantangan yang acap kali muncul di ASEAN: merebaknya kekuatan politik dan ekonomi negara Asia Paisfik, meningkatnya konflik-konflik bilaterial/multilaterial, munculnya banyak permasalahan di era globalisasi, bergolaknya jati diri negara-negara anggota di masa mendatang. Secara khusus tumbuh dan berkembangnya ISIS di Asia  mempengaruhi dinamika kestabilan ASEAN. Pada pertemuan Jakarta 6 Novenber 2018  dideklarasikan penguatan kerjasama operasional, kebijakan, penegakan hukum, dan bahkan pengelolaan media sosial bersama/terpadu.