English Bahasa Indonesia

PANCASILA SEBAGAI PESAN UTAMA KOMUNIKASI POLITIK INDONESIA

KU1

KU2

KU3

KU4

KU5

KU7

KU6

Komunikasi politik yang pada hakekatnya adalah membangun dan menciptakan citra positif pada aktor-aktor politik tidak hanya fokus pada komunikator politik.  Melainkan pada pilihan pesan/isu yang hendak disampaikan melainkan fokus utama (Dan Nimmo, 1989).

Dalam konteks Indonesia kontemporer, Pancasila sebagai pandangan hidup, ideologi/dasar negara dan sumber hukum sangat kurang menjadi bagian penting dari pesan/isu komunikasi politik. Baik yang dilakukan Negara, pemerintah, partai politik hingga para politisi.

Padahal Pancasila sebagai pandangan hidup, ideologi/dasar negara dan sumber hukum menjadi bagian penting dari pesan/isu komunikasi politik dalam kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat sebagai bagian implementasi usaha membangun Demokrasi Pancasila.

Secara teoritis, konsep komunikasi politik telah disampaikan dan didiskusikan di ruang kuliah melalui mata kuliah Komunikasi Politik di Program Studi Ilmu Komunikasi semester I tahun ajaran 2019/2029. Namun, mahasiswa membutuhkan informasi, kegiatan dan analisa perihal praktek Pancasila sebagai pesan/isu dalam komunikasi politik Indonesia saat ini dari berbagai pemangku kepentingan termasuk partai politik.

Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan, sebagai pemenang pemilu sejak di Pemilu 2014 dan 2019 kemarin tentunya memiliki ruang dan kesempatan sebagai komunikator politik utama. Sebagai partai politik penguasa, menjadikan Pancasila sebagai bahan utama dalam komunikasi politik Indonesia menjadi bahan kajian bagi mahasiswa.

Untuk itu pada Selasa (19/11) Program Studi Ilmu Komunikasi [PSIK] mengadakan Kuliah Umum dengan menekan kembali pentingnya Pancasila bagi bangsa dan negara Indonesia di Ruang Theater Gedung Thomas Aquinas. Hadir sebagai pembicara Ir. Hasto Kristiyanto, MM. (Sekretaris Jendral PDIP), peserta para dosen dan mahasiswa Fakultas Hukum dan Komunikasi.   [bus]