English Bahasa Indonesia

Atas Nama Percaya

Caya2

Caya1

Caya3

Caya4

Caya5

Caya6

Caya7

 

Ratusan komunitas penghayat kepercayaan atau agama leluhur telah mengalami sejarah panjang diskriminasi oleh negara. Komunitas Perjalanan di Jawa Barat dan Komunitas Marapu di Nusa Tenggara Timur adalah dua dari ratusan itu.

 

Setelah Mahkamah Konstitusi pada 2017 membatalkan aturan pengosongan kolom agama di kartu identitas, ada kemajuan berarti dalam pengakuan hak yang setara terhadap komunitas penghayat. Tetapi sejumlah tantangan masih tersisa. Komunitas Perjalanan dan Marapu mengisahkannya pada acara Diskusi & Pemutaran Film “Atas Nama Percaya” yang difasilitasi Program Studi Ilmu Komunikasi pada Jumat, 17 Januari 2020 di Ruang Theatre Gedung Thomas Aquinas Unika Soegijapranata.

 

Dr. Samsul Maarif (Dosen dan peneliti CRCS UGM), Dr. Tedi Kholiludin, M.Si. (Ketua Yayasan eLSA Semarang), Retang Wohangara, M.Hum. (Dosen Unika Soegijapranata dan pemerhati budaya Sumba), Dwi Setiyani Utami, M.Sc. (Ketua Puan Hayati Jawa Tengah), dan Adrianus Bintang, MA. (Dosen Unika Soegijapranata dan Direktur IPSS) menjadi narasumber.  Sedangkan www.indonesianpluralities.org merupakan wujud/media sharing komunitas-komunitas terkait dengan agama dan kepercayaan.