English Bahasa Indonesia

Fla Talk Tea 4: Memperjuangkan Women Empowerment di Masa Pandemic

Screenshot_20210429-125115_Word

FLA’s News – Pengalaman  menarik mengenai “Cara Menghargai Jasa Perempuan” dari salah satu dosen Fakultas Bahasa dan Seni Unika Soegijapranata menjadi perhatian khusus dalam FLA Talk Tea keempat ini. Kegiatan FLA Talk Tea ini mengambil tajuk: Women Empowerment: Survive During Pandemic, dilaksanakan pada hari Sabtu, 24 April 2021. Kesuksesan acara ini dibuktikan dengan antusias para peserta dalam mendengarkan pengalaman yang disampaikan oleh narasumber.

Pada acara kali ini, dilakukan sesi bincang-bincang santai bersama Angelika Riyandari, Ph.D yang lebih akrab dipanggil dengan sebutan Ma’am Ike atau Madam Ike. Mengenai bagaimana kita mengenang serta menghargai jasa para perempuan yang telah berjuang seperti R.A. Kartini dan juga pemberdayaan perempuan. Seperti yang kita ketahui, Kartini merupakan salah satu tokoh perempuan yang menyimbolkan bahwa kita sebagai perempuan dapat melakukan berbagai hal yang kita sukai tanpa terkecuali. Kartini juga salah satu tokoh yang mewakili seluruh masyarakat Indonesia yang memperjuangkan nasib perempuan menjadi lebih baik.

Narasumber berpendapat bahwa memang banyak tokoh perempuan yang dapat dijadikan sebagai symbol atau icon seperti Cut Nyak Dhien, Dewi Sartika, dll. Mereka semua juga memiliki peran yang hebat bagi perempuan dan dapat kita jadikan pembelajaran juga, tetapi mengapa Kartini lebih masuk untuk menjadi symbol atau icon karena Kartini memiliki  cerita dan tulisan yang sangat luar biasa, yang benar-benar mewakili masyarakat Indonesia dalam memperjuangkan nasib perempuan. Seperti yang ada pada film “Kartini”, terlihat jelas bahwa Kartini ingin menyebarkan pengetahuan tentang baca, tulis, kemampuan bahasa asing kepada perempuan-perempuan yang tidak mendapat pendidikan secara layak.

Akhir acara FLA Talk Tea 4 ini terdapat kata-kata yang dapat dijadikan pembelajaran oleh semua orang bahwa “Perempuan adalah seseorang yang hebat dimana laki-laki hanya dapat menahan rasa sakit 40 unit, sedangkan perempuan dapat menahan sakit saat melahirkan selama 57 unit. Maka dari itu hormatilah perempuan karena tanpa kehadiran seorang perempuan, laki-laki tidak dapat bertahan hidup. Perempuan diciptakan Tuhan untuk laki-laki sebagai penolong bukan  budak.”

Diadakannya acara FLA Talk Tea “Women Empowerment: Survive During Pandemic” ini, diharapkan dapat membuat para audiens mendapatkan pembelajaran bahwa kita harus selalu menghargai jasa para perempuan, bukan untuk dijadikan budak. (Albertha Septya Christy )